mereka berbicara tentang jutaan kata yang terangkum lewat syair kala ujarku akan namamu.
Nama yang telah terpahat begitu dalam disukmaku.
Mereka juga berbicara tentang diriku yang telah menemukan lentera hidup setelah lama terkurung dalam kelamnya kegelapan hati.
Wahai jiwaku yang terpasung dalam rindu tak berkesudahan..tiada paksa bahkan derita...
Angin telah kembali dari seberangi kota lama. kiranya dia pun membawa kisah tentang sepasang remaja.
"setiap pertemuan telah ditakdirkan diatas sana maka takdir pula yang akan berbicara tentang perpisahan kelak"
mungkin rindu ini sekedar cobaan agar ikhlas dengan segala rintang yang menghadang.
maka kelak kita kan dapatkan bahagia
(dinukil dari manuskrip usang RAAF.LOVE tertanggal Rabu 14 juli 2004)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar